Salah satu hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang adalah dengan bermain, rekreasi, berwisata, dan bergembira, demikian kata psikolog anak sekaligus Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi.
Liburan Sekolah di depan mata. bagi anda dan keluarga yang telah menetukan pilihan liburan bagus!! Namun bagi yang belum silakan mempertimbangkan Sabang, Pulau Weh, yang terletak di ujung Barat Indonesia sebagai pilihan liburan sekolah, ada beberapa alasan kenapa harus berlibur ke Sabang, Pulau Weh.
Mari kita lihat alasan-alasan tersebut seperti dibawah ini.
SEGALANYA ADA
Apa jenis wisata yang anda cari? Wisata laut, gunung, Gunung Api, Air Panas, Air Terjur, Pantai, budaya, belanja souvenir, atau menikmati flora dan fauna? Semua ada di Sabang. Laut Sabang sudah tidak perlu diragukan lagi. Dunia bawah laut telah diakui dunia sebagai salah satu tempat menyelam terbaik di dunia.
RAMAH
Banyak orang mengatakan, orang Sabang sangat ramah kepada pendatang, iya, 100% benar pernyataan ini, karena warga Pulau Weh yang 37.000 jiwa mempunyai behavior yang kuat sebagai orang pulau yang ingin mempunyai sahabat di luar Sabang. Berkeliling Sabang dengan kendearaan rental roda dua adalah hal yang sangat menakjubkan, setiap jengkal Pulau Weh jangan pernah dilewatkan untuk dipotret, tidak perlu ragu untuk bertanya tempat-tempat favorit, hampir semua orang suka membantu, penolong akan merasa senang bila dapat membantu pendatang “we are happy if you are happy“.
AMAN
Hampir tidak ada kota lain di Indonesia ini se-aman Kota Sabang, jangan heran bila anda sedang berjalan-jalan di pusat kota, anda akan menemukan kendaraan roda dua dengan helm tergantung bebas bersama kunci yang menempel di starter, hasil data statistik dari Polres Sabang tahun 2011 tingkat pencurian 0 %, sungguh luar biasa!!
TEMPAT YANG PALING INDAH MELIHAT SUN RISE DAN SUNSET
Bagi anda yang ingin menatap matahari terbit, silakan menunggu di bagian timur Sabang, kami merekomendasi lokasi terbaik untuk melihat Sun Rise di Benteng Anoi Itam, lokasi yang tinggi dengan pemandangan alam yang sangat indah, dulu dipakai Jepang untuk mengintai musuh, sekarang menikmati indahnya matahari terbit yang membuat air laut berubah menjadi butiran kristal, sedangkan untuk Sun Set, tempat terbaik di Lokasi Paradiso-Sabang Fair.
KM NOL INDONESIA
Hanya Sabang yang mempunyai “The Monument of Kilometer Zero of The Indonesia”, bentuknya seperti silinder dengan ketinggian 22,5 meter serta berdiameter 15 meter, yang terletak diposisi 05 54”21,99 Lintang Utara serta 95 12”59,02” Lintang Timur. Lokasi ini yang menunjukkan bahwa Indonesia dimulai dari sini.
KULINER KHAS
Semua yang halal dan enak ada disini, begitu kata pengunjung ketika ditanya komentarnya tentang Kulineri Sabang, Mie Jalak, Mie Sedap, Sate Gurita, Salak Kecil nan manis serta Rujak khas Sabang adalah makanan khas dan harus dicoba ketika ketika berada di Sabang, jangan lupa ketika kembali untuk membawa pulang oleh-oleh kue bakpia.
MEMPELAJARI SEJARAH
Pembentukan Pulau Sabang atau Pulau Weh masih misteri, versi asli orang Aceh bahwa Pulau Weh adalah sebuah pulau yang pindah (Weh) dari ujung Sumatra, membentuk pulau sendiri. Hal ini ada dua kemungkinan yaitu pertama karena adanya aktivitas gunung berapi di ujung pulau Sumatera ketika terjadi ledakan mengakibatkan terpisahnya Pulau Sumatera dengan Pulau Weh. Yang kedua akibat adanya fenomena alam (Vulkano dalam laut) sehingga terbentuk nya pulau weh. Ini ditandai dengan adanya Kulit kerang besar di puncak gunung Jaboi. Sejarah Kerajaan Aceh, Hindia Belanda, Jepang serta Zaman kemerdekaan juga menarik untuk dipelajari dan ditelusuri di Sabang.
OLAH RAGA
Bagi anda yang tidak ingin kesempatan olah raga terlewati ketika Berwisata, Sabang adalah destinasi yang paling cocok, sarana olah raga sangat lengkap dan dapat dipakai oleh pendatang jika ingin bergabung dengan penduduk setempat, bermain tenis, volley, bola kaki, badminton, tenis meja bahkan manjat tebing tersedia di seputaran Kota Sabang.
SUASANA INTERNATIONAL
Jangan heran bila anda berada di Sabang akan berpapasan dengan bule atau orang asing dari mancanegara sedang berbelanja di pasar sayur, atau jangan pula anda ternganga ketika mereka bisa berbicara Bahasa Aceh atau Indonesia dengan fasih, karena komunitas mereka sangat ramai di Sabang.
Bagaimana cara ke Sabang, mudah kok, ayo baca dan silakan klik disini.

Sabang Investment Opportunity
Den Haag – Sabang sebagai Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas menjanjikan efisiensi biaya, waktu dan tingkat return tinggi. Investor Belanda diajak menggarap proyek triliunan rupiah.
Hal itu disampaikan oleh mantan Walikota Sabang Munawar Liza Zainal dalam business meeting bertajuk Indonesian Business Update – Indonesia Today: Business Opportunities in Indonesia di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, (29/3/2012).
Menurut Munawar, Sabang memiliki Master Plan pembangunan 2000-2070 dalam 6 periode. Periode II (2007-2021), Sabang fokus membangun pelabuhan untuk kapal-kapal raksasa generasi mendatang, industri dan perdagangan skala global, pengoperasian kapal-kapal jelajah (cruise ships) internasional kelas dunia, industri perikanan moderen, serta infrastruktur dan organisasi berstandar internasional.
Saat ini sedang dibangun Sabang Hub International Port yang memasuki tahapan kedua (2011-2012) dengan total investasi Rp 12,15 triliun, meliputi Teluk Sabang, Teluk Krueng Raya dan Teluk Pria Laot, dengan luas 258,8 hektar.
Sabang menjanjikan kepada para investor Belanda dan asing lainnya efisiensi biaya, waktu dan tingkat returns tinggi.
“Melalui PP No. 83 Tahun 2010 semua perizinan dan lisensi untuk investasi dan berbisnis di Kawasan Sabang telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada Dewan Kawasan Sabang,” ujar Munawar.
Keuntungan lainnya bagi investor yakni sebagai kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas, Kawasan Sabang juga bebas dari regulasi perdagangan, bea impor, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan barang mewah.
Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas ini sesuai UU No. 37 Tahun 2000 mencakup Pemerintahan Kota Sabang (Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, Pulau Rondo) dan Pulau Aceh sub-distrik Aceh Besar (Pulau Breuh, Pulau Nasi, Pulau Teunom) dengan luas total 394 km2.
Peluang bisnis dan investasi yang ditawarkan antara lain tourism spot Iboih dan Gapang (Rp 1,95 triliun), thematic park (Rp 108 miliar), resort dan lapangan golf (Rp 2 triliun), international trade promotion center (Rp 27,6 miliar), MICE & Condominium (Rp 326 miliar).
Untuk sektor perdagangan dan industri, Sabang menawarkan pembangunan kawasan bisnis, infrastruktur dan fasilitas perdagangan, kawasan industri Balohan, industri perkapalan, otomotif, bunker CPO, pengilangan minyak, instalasi air dan listrik, industri rumahan dan kerajinan.
Di sektor perikanan ditawarkan pembangunan pusat bisnis untuk ikan tangkapan, kawasan pengolahan ekspor, pusat ekspor ikan (peti kemas laut dan udara), pusat akuakultur kelautan, perikanan internasional, pelelangan ikan, pembangunan pelabuhan perikanan, pengolahan ikan, pengolahan daging, ruang pendingin.
Dengan lokasi di titik temu arus Samudera Hindia, Selat Malaka, dan Teluk Benggala membuat tingkat produksi perikanan Sabang sangat tinggi.
Sementara di sektor pariwisata, Sabang yang dikaruniai lingkungan alam sangat indah dan kaya potensi pariwisata menawarkan antara lain Monumen 0 Km, taman laut dan bawah laut, ecotourism, danau, pantai pasir putih.
Di sektor ini investor Belanda diajak untuk ikut menggarap akomodasi dan transportasi, paket wisata dan rekreasi, fasilitas wisata kelautan, akomodasi, bungalow, cottage, restoran, cafetaria.
Business meeting yang mempertemukan one on one antara delegasi resmi dari Indonesia dengan para pebisnis dan investor Belanda tersebut dibuka oleh Duta Besar RI Retno Lestari Priansari Marsudi dan diikuti oleh perusahaan infrastruktur, ekspor impor, otoritas pelabuhan, tour operator dan Indonesia Netherlands Association, DCM Umar Hadi, staf dan kalangan media.
Forum ini sekaligus sebagai kick off Pasar Malam Indonesia 2012 dengan partisipan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemprov Jambi, Pemprov Gorontalo, Pemprov Jawa Tengah, Badan Pengusahaan Batam, Pemkot Sabang, Pemkot Surabaya, Pemkot Ambon, Pemkot Medan, Pemkab Bogor, Pemkab Karawang dan puluhan UKM
Sekilas Sabang
Bagi kalangan pemerintah dan investor Belanda, Sabang sebenarnya bukan kawasan asing. Belandalah yang pertama kali ‘menemukan’ pelabuhan alamiah ini dengan kedalaman air -22 meter (pelabuhan Singapura cuma 15-19 meter!).
Dermaga pertama dibangun oleh Belanda pada 1881 dan dinamai Kolen Station. Enam tahun kemudian firma De Lange menggarap infrastruktur untuk mendukung fasilitas pelabuhan. Mulai 1895 Sabang resmi dibuka sebagai pelabuhan bebas dan dioperasikan oleh Sabang Maatschappij.
Pada 1942 Pelabuhan Sabang diduduki oleh Jepang dan secara fisik dihancurkan. Riwayat Sabang sebagai pelabuhan bebas pun tamat.
Setelah kemerdekaan, tepatnya pada 1950 pemerintah Indonesia membangun kembali Pelabuhan Sabang dan menjadikannya sebagai Pangkalan Pertahanan Angkatan Laut. Selanjutnya Sabang kembali dinyatakan sebagai pelabuhan bebas melalui Dekrit Presiden No. 10 Tahun 1963.
Pada 26 September 1998 Presiden B.J. Habibie menerbitkan Dekrit Presiden No. 171 Tahun 1998 tentang Sabang sebagai Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu. Disusul Dekrit Presiden No. 2 Tahun 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, yang menyatakan bahwa Sabang sebagai Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas.
Semua perizinan dan lisensi untuk investasi dan berbisnis di Kawasan Sabang telah didelegasikan dari pemerintah pusat kepada Dewan Kawasan Sabang berdasarkan Melalui PP No. 83 Tahun 2010, sehingga sangat efisien untuk bisnis.
(es/es)
Sumber: detik Finance 1 April 2012

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda
Den Haag – Di tengah-tengah krisis ekonomi dan ketidakpastian di Eropa, Indonesia merupakan destinasi menarik untuk berbisnis. Para pebisnis Belanda dapat ikut berpartisipasi dalam master plan ekonomi Indonesia.
Demikian benang merah sambutan Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam Business Meeting di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, Kamis (29/3/2012).
“Di tengah-tengah krisis ekonomi global saat ini, Indonesia justru kokoh menikmati pertumbuhan rata-rata 6% per tahun. Rasio utang Indonesia terhadap GDP cuma 26% dan Indonesia sekarang menjadi anggota G-20 dan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia,” ujar Dubes.
Untuk terus menggenjot ekonomi, lanjut Dubes, Indonesia juga telah meluncurkan master plan untuk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Master plan ini akan menjadi pedoman pembangunan ekonomi Indonesia sampai 2025.
“Perkenankan saya menyarankan Anda untuk mempelajari master plan ini dan ikut berpartisipasi untuk mengimplementasikannya,” ajak Dubes.
Menurut Dubes, saat ini salah satu destinasi bisnis dan investasi di Indonesia yang sangat menjanjikan adalah Sabang, yang sejak 2000 telah ditetapkan sebagai free trade zone, dengan berbagai regulasi dan kebijakan menarik yang mendorong bisnis.
“Sabang juga diberkati dengan posisi geografis yang sangat strategis, di pintu gerbang Selat Malaka, yang merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, di mana seperempat perdagangan dunia diangkut,” terang Dubes.
Business Meeting ini menyediakan peluang istimewa antara delegasi resmi dari Indonesia dengan sektor swasta Belanda, dimana kedua pihak dipertemukan secara one on one antara lain pemerintah Kabupaten Sabang, Bank Jawa Barat (BJB), perusahaan infrastruktur, ekspor impor, otoritas pelabuhan, tour operator dan Indonesia Netherlands Association.
Selain itu business meeting ini juga sebagai kick off Pasar Malam Indonesia (PMI) edisi ke-3 di Den Haag, 29/3 – 1/4/2012, yang merupakan forum promosi perdagangan, pariwisata, investasi, sekaligus festival seni budaya tempat warga Indonesia dan Belanda bertemu, memupuk persahabatan dan bernostalgia.
“PMI edisi ketiga ini didukung oleh 14 lembaga pemerintah, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Silakan eksplorasi Indonesia dan berbisnis bersama kami,” pungkas Dubes.
(es/es)
Sumber: detik Finance 30 Maret 2012.










